Culinary

Bukanagara Coffee and Roastery, Oase di Belantara Sudirman

Lokasi meeting terakhir hari ini berdekatan dengan gedung di mana kedai kopi yang sedang naik daun ini berada. Tak membuang kesempatan, saya langsung melipir menuju Graha CIMB Niaga, Sudirman, Jakarta Selatan.

Mau ke mana?

Tak lain dan tak bukan, the rising star, Bukanagara Coffee and Roastery.

Mengapa tertarik ke sini?

Pertama, tertarik dengan foto-foto cantik kedai ini yang beredar di media sosial, kelihatan sooooooo homey dengan dominasi kayu dan tanaman hijau di setiap sudut.

Yang ternyata, beneran secantik itu!

Berada di dalamnya, saya merasa tidak sedang berada di tengah area bisnis Jakarta, lihat nih, bener-bener di tengah gedung-gedung kan?

Bukanagara sukses berat menciptakan ambience yang menyenangkan.Jadi inget, ini berbanding terbalik dengan pengalaman terakhir hunting tempat ngopi sampai ke Bogor coret, di kaki Gunung Gede Pangrango yang suasananya malah begitu-begitu aja 😄.

Kedua, Bukanagara spesifik menyajikan kopi-kopi asli Jawa Barat.

Jawa Barat sedang menarik perhatian saya akhir-akhir ini. Karena beberapa produk kopi provinsi tetangga DKI Jakarta ini berhasil menembus deretan kopi terbaik dunia. Salah satunya Kopi Gunung Puntang, dan yang sempat saya kenal beberapa minggu lalu, Kopi Malabar.

Rasanya membahagiakan, semakin banyak jenis kopi yang bisa saya ceritakan dengan sedikit sombong pada kawan-kawan ekspatriat. Ngga cuma ngomongin Gayo, Toraja, Mandhailing, Bajawa yang memang sudah cukup mereka kenal. Hehehe…

Selain itu, saya jadi punya peluang untuk bercerita lebih banyak tentang Jawa Barat.

Coba lihat nih, ada kopi Rancakalong, Papandayan, Manglayang, Patuha, Gunung Wayang, Tenjolaya. Waaaa saya pun sebagian besar baru mendengar namanya. Belum pernah berkunjung ke sana. Jadi memicu hasrat blusukan lagi kaannn?

Saya berkunjung di hari Sabtu, suasana cenderung sepi. Mungkin karena lokasinya berada dalam gedung perkantoran, pengunjung justru akan ramai di hari kerja. Suasana tenang, alunan musik ringan, tanaman hijau di mana-mana, membuat saya betah duduk santai sambil menyesap kopi yang wangi dan nikmat.

Ketegangan sisa marathon meeting hari ini lenyap! Suasana ini lah saya rasa yang jadi andalan Bukanagara untuk bersaing dengan Starbucks dan Kopi Kenangan yang selokasi.

Harga yang ditawarkan juga sepadan dengan nikmat kopi dan suasana. Segelas iced cappucino saya tebus dengan 40 ribu rupiah saja. Sayangnya, kudapan dan makanan yang ditawarkan kurang menarik. Cuma itu saja sih minusnya. Tapi karena saya ngga terlalu suka ngopi sambil makan/ngemil, ngga terlalu jadi masalah juga.

Oya, kamu yang bukan coffee person tak perlu kuatir, mereka juga menyeduh teh-teh unggulan, masih dari Jawa Barat. Kebunnya saya kunjungi langsung minggu lalu lho… 😉

Lokasi Bukanagara Coffee bisa dilihat di sini. Buka jam 07.00 – 22.00, last order jam 21.00. Paling enak sih ke sana naik transportasi publik, tapi kamu yang bawa kendaraan, bisa parkir di basement gedung.

Selamat berkunjung! Cerita-cerita pengalamanmu juga ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *