Culinary, Cultural, Society, Travelling

Setu Babakan, Reservoir di Pinggir Jakarta

Jakarta selain menyandang predikat sebagai ibukota negara, juga memainkan peran sebagai kota ekonomi terbesar di Indonesia. Dua peran ini tak pelak menjadikan Jakarta bagaikan magnet luar biasa besar bagi warga daerah untuk mengejar mimpi.

Setiap tahun arus pendatang dari berbagai daerah masuk, beragam suku dan budaya. Mengubah Jakarta dari kampungnya orang Betawi menjadi sebuah melting pot besaaaaaarrrr.

Tak heran, di berbagai sudut kita akan mudah menemukan sekelompok orang ngobrol dengan bahasa daerah masing-masing. Bahkan dari lima belas Gubernur DKI Jakarta, hanya dua orang yang lahir di Jakarta.

Seiring perkembangan jaman, memang tak mudah lagi mencari di mana orang Betawi mendominasi sebuah area. Dulu, kita bisa menyebut nama Kemayoran, Rawa Belong, Pasar Minggu, Condet, sekarang semua berbaur. Dan seperti yang sering kita lihat, pembauran cenderung akan melahirkan budaya baru.

Untuk itu kita perlu menghargai usaha Pemprov DKI Jakarta untuk membuat konservasi budaya, dengan membuat satu kawasan khusus di mana terdapat sebuah komunitas yang tumbuh dalam kesenian, adat istiadat, religi, kuliner dan arsitektur, Setu Babakan.

Setu Babakan terletak di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, nyaris berbatasan dengan Kota Depok. Didirikan tahun 2000 pada masa pemerintahan Gubernur Sutiyoso, sebagai reservoir.

Baik reservoir alam, dimana Setu Babakan menjadi salah satu daerah hijau dan tampungan air. Di sana, bisa kita lihat pintu dan rumah air yang berperan mengendalikan air agar tak terjadi banjir di sepanjang aliran Kali Terusan Babakan dan sekitarnya.

Juga reservoir budaya. Ini hanyalah satu dari produk budaya yang akan dengan mudah kita temui di jalan masuk.

Ada banyak sekali pilihan kegiatan yang dapat dilakukan di Setu Babakan.

Wisata alam

Sehari-hari hidup di Jakarta yang dikelilingi belantara beton akan membuat jenuh. Sesekali memanjakan mata dengan hijaunya pohon rindang dan suasana danau tanpa perlu keluar kota, akan sangat menyegarkan.

Wisata kuliner

Di sekeliling danau, banyak sekali pedagang kaki lima yang menyajikan dagangan makanan tradisional.

Sayangnya memang tak semua masakan khas Betawi tersedia di sana. Kita hanya akan ketemu dengan laksa, karedok, toge goreng, kerak telor dan beberapa pedagang dodol Betawi. Coba ya, kita bisa sekalian nemu Es Selendang Mayang, Pecak Gurame, Gabus Pucung. Sayur Asem dan yang sudah sulit ditemukan, Sayur Besan dan Ketupat Babanci!

Wisata budaya

Di sisi danau telah dibangun sebuah komplek bangunan besar,

Perkampungan Budaya Betawi, di sana kita bisa berkunjung ke embrio Museum Budaya Betawi. Saya berharap suatu saat embrio ini akan tumbuh semakin besar dan lengkap. Detilnya akan saya tuliskan secara terpisah.

Selain itu, kita juga bisa menuju rumah-rumah warga yang memproduksi batik dan dodol Betawi. Mereka membuka pintu untuk dikunjungi dan tentu saja dibeli yaaaa.

Untuk menuju Setu Babakan sangat mudah.

Pengendara kendaraan pribadi dengan mudah menuju lokasi dengan bantuan google maps, klik Perkampungan Budaya Betawi atau Betawi Cultural Village.

Pengguna kereta komuter, stasiun terdekat adalah Stasiun Lenteng Agung.

Pengguna Transjakarta bisa menggunakan bus 9H, Blok M-Cipedak.

Atau cek Trafi untuk lebih detilnya yaaa…

Selamat jalan-jalan, selamat menikmati sisi lain Jakarta!