Culinary, Travelling

Belanja Nyaman di Pasar Ikan Modern Muara Baru

Sekilas tentang Pasar Ikan Modern Muara Baru sudah saya ceritakan kemarin.

Sekarang mari berkenalan lebih lanjut.

Begitu memasuki area pasar basah, mata saya langsung menangkap hamparan pedagang ikan yang tertata rapi.

Jangan bayangkan area penjualan ikan di supermarket besar, tentu saja tak sebersih itu. Tapi ini sudah jauh melampaui ekspektasi saya. Saya yang biasanya tak tahan dengan bau ‘khas’ pasar tradisional, kali ini ‘aman’ hehee..

Sebelum datang berkunjung, simak tips berkunjung atau belanja di sana versi saya ya.

Datang di waktu yang tepat

Sore hari, sekitar pukul 16.00-17.00 adalah waktu yang pas untuk datang. Waktu di mana ikan-ikan segar baru datang dan dibongkar muat dari pelelangan ikan. Selain belanja, melihat aktivitas para pedagang dengan segala kesibukannya adalah pemandangan yang sangat menarik. Saya baru kali ini melihat pedagang membongkar muat ikan dari drum, kemudian menyortirnya dengan sigap berdasarkan ukuran ke dalam bak-bak terpisah.

Semakin malam, suasana pasar makin ramai. Selain makin tak leluasa memilih ikan (apalagi foto-foto), kalau kamu mau sekalian makan di sana, semakin malam antrian jasa masak di food court akan semakin panjang.

Datang pukul 17.00, belanja sampai menjelang Maghrib, bawa ke tukang masak. Nah, sambil nunggu ikan dimasak, kita bisa bebersih dan sekalian shalat bagi yang menjalankan.

Jangan salah kostum

Kemarin saya sedikit salah kostum sih, karena datang mengenakan sepatu kets berbahan kain. Pilihan terbaik tentu saja sepatu boots berbahan karet, tapi karena ngga punya, saya pikir pasti akan tetap lebih nyaman pakai alas kaki tertutup daripada sandal yang bisa membuat kaki basah kena genangan air. Yang penting, pastikan alas kakimu tak mudah membuatmu terpeleset.

Pakai juga baju yang adem dan nyaman, meski sirkulasi udara di pasar sudah terperhatikan dengan baik, karena tak ada area berpendingin ruangan, tetap ada risiko kegerahan kalau salah kostum.

Bawa kantong belanja

Kalau ngga mau nenteng ikan belanjaanmu begini, bawalah kantong atau wadah belanjaan dari rumah hahahaha.. Ngga siiiihh, para penjual menyediakan kantong belanjaan, tapi demi mengurangi sampah plastik di bumi, akan lebih baik kita bawa wadah sendiri kaaannn?

Bawa uang tunai

Hiyaaaaa, kalau kamu sejenis manusia cashless seperti saya, maka kamu wajib memastikan ada uang tunai di dompetmu. Karena semua transaksi, baik belanja ikan maupun jasa masak di food court, semua dilakukan secara tunai.

Akan lebih baik kalau kamu sedikit banyak tahu harga ikan di pasar. Tapi andai ngga tahu pun, kamu bisa menawar kok. Ada yang bilang, semakin ke belakang, harga semakin murah. Tapi saya ngga sempat ngecek, benar atau tidak. Gede bangeeeettt tempatnya, kabarnya ada 900an lapak di sana!!

Bawa rombongan makan yang banyak

Ini penting buat kamu yang berencana belanja ikan sekaligus dimasak dan disantap di sana. Karenaaaa, untuk satu jenis ikan, minimal belinya sekilo!

Padahal ya, begitu melihat sebegitu banyak pilihan seafood dengan harga yang berbeda cukup jauh dengan yang biasa kita beli di pasar (apalagi supermarket) dekat rumah, pasti akan muncul penyakit laper mata. Ikan beragam jenis, udang dan cumi segar berukuran besar, kerang, sampai gurita akan menggodamu habis-habisan!

Nah, semakin banyak peserta, semakin banyak jenis yang bisa kita beli, makan dan bayar bareng deh!

Pastikan batere dan memori kamera aman

Berkunjung ke sini, bukan cuma belanja. Tapi juga berwisata.

Kamu akan nemu buaaanyaaakkk obyek-obyek menarik untuk difoto. Dan yang menyenangkan adalah, menyadari tempat berdagangnya sudah jadi tempat wisata, para pedagangnya ramah-ramah. Hampir semua yang saya kunjungi kemarin dengan senang hati menjawab berbagai pertanyaan saya. Bebas foto-foto, bahkan minta difoto, padahal mereka kan ngga akan mungkin lihat fotonya tayang di mana ya. 😁😁

Jadi, kapan mau berkunjung ke sana?

Kalau sudah, boleh dong share pengalamanmu juga….