Categories
Self Improvement Society

Sukses Melewati Masa Physical Distancing, Caranya?

Kemarin PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Jakarta resmi diperpanjang 28 hari, hingga 22 Mei 2020. Coba lihat di sekitarmu siapa yang nampak tidak peduli? Ada? Nah, besar kemungkinan dia adalah seorang introvert. Termasuk saya, yang terbiasa menikmati jalan sepi.

Sebagian dari kami kalau ngga ingat banyak pekerjaan yang tertunda atau malah berhenti total, cuek-cuek aja mau nambah dua minggu kek, empat, dua bulan, who cares? We’ve been doing this for years!!!

Saya baik-baik saja. Tidak merasa dikarantina, tidak merasa dibatasi, tidak merasa terpaksa di rumah, bahkan cenderung bahagia, karena akhirnya bisa merasakan dunia yang ‘sepi’, tak perlu cari-cari alasan untuk tidak berangkat ke kantor 😄, (bukan malas yaaa, percaya atau tidak, keluar rumah tuh kadang butuh perjuangan banget lho), tak perlu cari cara bagaimana supaya tak perlu hadir di aktivitas sosial yang sering kami hindari. Inilah yang namanya The Introvert Advantage.

Kenapa saya bisa begitu, dan kalian para extrovert justru sebaliknya?

Karena tidak seperti kalian yang me-recharge energi psikologis dengan bertemu (banyak) orang, saya justru merasa berenergi justru saat menyendiri. Saat kalian bahagia hang out dengan banyak teman, saya bahagia dengan buku atau menulis. Saat kalian bahagia menghadiri pesta, saya lebih suka selimutan di kamar atau selonjoran nonton TV. Yang agak sedikit mengganggu dalam kondisi sekarang ini mungkin hanya saya tak bisa leluasa pergi ke tempat-tempat yang biasa saya kunjungi (sendiri).

Nah, saya akan berbagi tips untuk kalian para ekstrovert, mungkin tidak akan seratus persen mengembalikan kebahagiaan kalian, tapi setidaknya bagaimana bisa survive, tetap berbahagia di masa distancing ini, berdasarkan pengalaman kami.

1. Cari kesibukan

Apa saja…. Baca buku, nonton film, denger/main musik, berkebun, nge-game, masak, coba-cobain bikin dalgona coffee yang viral itu (atau udah? 😄). Apa pun, yang bisa membuat kalian lupa waktu.

2. Mencoba menulis

Ya nggak nulis buku juga sih, kecuali memang mau dan bisa. Mungkin bisa mencoba untuk journaling. Menulis catatan harian, tentang apa yang kalian rasakan, ini bisa jadi sarana melepaskan emosi juga. Atau berlatih mengartikulasikan ide, pikiran, gagasan ke dalam tulisan berisi langkah-langkah yang lebih konkret dan terukur dalam upaya mencapai gagasan tersebut. Ini rutin saya lakukan di akhir/awal tahun, berguna sekali jadi panduan dalam setahun.

3. Perdalam hobi / minat.

Kalau kalian sebelumnya sudah punya minat terhadap satu hal, dan selama ini jarang diperhatikan karena kesibukan atau terlalu banyak waktu habis berinteraksi di luar, ini lah saatnya. Ada kawan yang dua bulan ini memperdalam Bahasa Italia, ada yang memperdalam keahlian crafting, ada yang makin jago baking, ada yang jadi lancar hafalan Qur’an, banyaaakkk!

4. Tetap aktif secara fisik.

Boleh kan tetap menjalankan aktivitas fisik di dalam maupun di luar ruangan?

Ada kawan yang rutin exercise di dalam rumah tiap hari, sekedar stretching, yoga, weight training. Ada juga yang rutin jalan pagi, lari, bersepeda. Tapi sendirian aja yahhh, jangan rame-rame. Ngga usah jauh-jauh dari rumah dan pastikan menggunakan prosedur perlindungan diri yang aman.

Saya? Stretching dikit-dikit dan naik turun tangga! 🙈😄

5. Last but not least, stay connected.

Ngga bisa ketemuan, masih bisa online kan? Bikin online happy hours sama teman-teman se-gank. Ngobrol di WAG, ehhh tapi, pastikan WAGmu sehat ya, bukan yang jenis suka bagi-bagi berita covid yang mengerikan hehehe. Saya dan kawan-kawan introvert juga masih makhluk sosial kok, perlu juga ngobrol sama manusia. Yaa kalau kalian sanggup reramean di Zoom, saya cukup one-on-one chat di WhatsApp atau DM Instagram hehehe..

Itu lah kenapa, seharusnya istilah yang kita pakai saat ini tepatnya adalah physical distancing, jangan fisik yang sudah berjarak ini, masih harus berjarak secara sosial. Justru di masa sulit seperti ini kita harus saling menguatkan, mau introvert kek, ekstrovert kek. Kita (sekali lagi), masih makhluk sosial, yang tak mungkin hidup sendirian.

Kita akan menang lawan si covid ini kok. Tetap sehat dan semangat yaaa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *