Categories
Jelajah Masyarakat & Budaya

Pura Amrta Jati Cinere, Sepenggal Bali di Selatan Jakarta

Kalau rindu Bali, tapi waktu dan kesempatan belum ada, Pura Amrta Jati di Jalan Punak, Pangkalan Jati, Cinere, Depok ini bisa jadi satu pilihan baik untuk pengobat rindu.

Di bagian depan, terdapat prasasti peresmian berangka tahun 1985, yang berarti usianya sudah 35 tahun, cukup tua ya. Oya, ada yang menarik, saat saya browsing soal pura di Jakarta dan sekitarnya, sebagian besar berada di dalam lingkungan komplek TNI atau lokasi-lokasi milik Pemerintah. Termasuk pura ini yang berada di dalam komplek TNI AL. Menarik nih, dan saya belum menemukan penjelasan tentang ini. Ada yang tahu?

Sebenarnya ada lagi yang lebih Bali suasananya, yaitu Pura Parahyangan Agung Jagatkartta, tapi jaraknya lumayan lah ya, di kaki gunung Salak, Ciapus, Kabupaten Bogor.

Di Jakarta (dan sekitarnya) ada tigapuluhan pura. Pura Jagatkartta di Ciapus adalah yang terbesar, bahkan termasuk salah satu yang terbesar yang berada di luar Bali. Kalau yang di dalam kota, Pura Aditya Jaya Rawamangun dan Pura Penataran Agung Kertha Bumi TMII termasuk dua yang terbesar.

Meski Pura Amrta Jati ini tak sebesar yang sudah saya sebutkan tadi, tetap sangat menarik untuk dikunjungi. Letaknya sangat berdekatan dengan sebuah mall, tapi suasana akan segera berubah saat kita sudah berada di depan gerbang.

Gerbang Pura Amrta Jati Cinere

Sebelum masuk, minta ijin dan pengarahan dulu ke pengurus, karena meski boleh dikunjungi, ini tetaplah tempat ibadah, ada area-area dimana pengunjung yang datang tidak untuk beribadah tidak diperkenankan masuk. Termasuk saya kemarin yang hanya diijinkan sampai di gerbang karena kebetulan sedang ‘berhalangan’. Bisa saja saya bohong-bohong demi bisa masuk ke dalam. Tapi acara berkunjung ke pura ini buat saya bukan sekedar datang dan foto-foto, tapi disertai dengan semangat saling mengenal antar umat beragama. Dan semangat ini tentu harus diikuti dengan semangat saling menghormati juga kan?

Bagian dalam Pura Amrta Jati

Jadi lah saya hanya bisa mengambil gambar dari sini. Saat saya berkunjung, suasana Cinere yang khas selatan Jakarta, terasa lebih adem setelah gerimis. Tak hanya bangunan yang memunculkan suasana Bali, jenis pepohonan yang ditanam juga menunjang suasana. Menimbulkan perasaan betah.

Karena tak mungkin menjelajah bagian dalam. Akhirnya saya coba ke samping pura, waktu datang saya melihat sekelompok ibu yang sedang sibuk dengan janur.

Para ibu membuat canang

Saya berbincang sambil mengamati betapa terampilnya mereka membentuk helaian janur menjadi canang yang ternyata bentuknya berbeda-beda. Saya sempat mencoba juga dan tak satu pun yang bentuknya menyerupai contohnya 😄😄.

Beberapa ibu datang mengambil pesanan canang. Rupanya canang tadi tidak hanya dibuat untuk kebutuhan harian pura, melainkan untuk kebutuhan ibadah umat Hindu di sekitar Cinere.

Dari para ibu ini juga saya mendapat informasi soal sanggar tari Bali yang latihan setiap hari Sabtu malam. Terbuka untuk umum, untuk semua agama, bahkan yang berhijab pun boleh, busana akan menyesuaikan nanti. Hati saya seketika menghangat, menemukan semangat hidup berdampingan dan saling menghormati yang berjalan di sini.

Catatan: kunjungan ini dilakukan sebelum pandemi covid, ada kemungkinan saat ini pura tidak terbuka untuk umum, begitu juga dengan kegiatan kebudayaaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *