Categories
Jelajah Kuliner Sejarah

Maison Weiner, Toko Roti Tertua di Jakarta

Kalau diminta menyebutkan nama toko atau brand roti terkenal (setidaknya) yang ada di Jakarta, pasti akan muncul banyaaaak sekali jawaban. Dari yang tua, agak tua, sampai yang lagi di posisi top of mind saat ini.

Toko yang akan saya ceritakan ini adalah brand yang pernah menjadi top of mind-nya warga Jakarta (d/h Batavia) selama tiga puluh tahunan. Bukan apa-apa, sejak pertama didirikan tahun 1936, hingga periode tahun tujuh puluhan, toko ini menjadi satu-satunya toko roti di Jakarta.

Ini dia, Maison Weiner, toko roti pertama di Jakarta, yang berlokasi di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat.

Toko yang usianya sudah 84 tahun ini masih beroperasi lho sampai sekarang. Saya mengenalnya sekitar awal 2000an, ngga sengaja nemu, dalam perjalanan dari rumah di Bekasi ke kantor di Kebon Sirih, dan seketika jatuh cinta sama roti-roti produksinya.

Interior Maison Weiner

Kemarin, setelah hampir dua dekade, berkunjung lagi ke sana. Tak banyak yang berubah. Saat berkunjung, kamu bisa melihat dokumentasi foto-foto lamanya, bangunannya tidak terlalu banyak berubah. Yang jelas berubah jelas dinding dan lantai yang sekarang berkeramik putih mengkilat.

Selebihnya sangat jadul, tatanan display sederhana, meja bertaplak kotak-kotak merah putih khas suasana resto-resto lama. Sesaat saya seperti berada di kedai es krim Zangrandy, di kota kelahiran saya.

Sebagai toko yang sudah puluhan tahun, tentu saja banyak sekali ceritanya. Kalau kamu browsing, akan ketemu cerita awal pendiriannya yang bermodalkan barang-barang kreditan di Pasar Gambir (sekarang Monas). Jadi favoritnya Kempetai alias tentara Jepang yang tangsinya (sekarang jadi Asrama Brimob Kwitang) berdekatan. Sampai cerita lucu soal delivery roti pesanan yang melibatkan tentara Jepang yang dahulu terkenal sangat ditakuti warga. Haha…

Kalau cerita dari saya, lebih ke perkara kebahagiaan saat menemukan roti-roti yang rasanya persisssss dengan apa yang saya makan di masa kecil.

Ini dia beberapa contohnya.

Horn pastry with vla a.k.a Cumcum

Namanya horn pastry with vla, cmiiw. Tapi ya sih lebih mengenalnya sebagai Roti Cumcum. Bentuknya bisa jadi tak secantik roti-roti yang lebih modern. Tapi tekstur pastry dan vlanya membuat saya teringat Roti Frans (orang Surabaya seumuran saya pasti tahu, masih ada apa enggak ya?). Kue soesnya (saya ngga sempat motret) juga sama enaknya. Rasa vla-nya ngga seperti rasa vla yg lebih mirip krim di kue soes jaman now yang banyak dipengaruhi merk berlogo bapak jenggotan itu.

Chicken Pie a la Maison Weiner

Yang ini mereka menyebutnya chicken pie. Semacam soes berisi chicken ragout. Udah ngga banyak yang bisa membuat ragout dengan cita rasa jadul begini. Favorit saya yang lain ada di Toko Roti Tegal.

Sordough

Dan inilah produk roti sehat dari Maison Weiner. Ada sordough, roti asal Mesir yang mulai dikenal sekitar tahun 1500 SM. Roti ini dibuat dengan cara fermentasi yang menggunakan bakteri alami dan ragi liar (wild yeast), bukan dengan ragi instan seperti yang kita kenal sekarang.

Jenis roti ini diyakini lebih sehat (info lebih detail bisa dibaca di sini) karena:

  • kandungan folat hasil fermentasi menjadi lebih tinggi
  • mengandung bakteri prebiotik dan probiotik sekaligus yang diyakini sangat baik untuk kesehatan pencernaan
  • mendegradasi gluten sehingga bisa dikonsumsi mereka yang alergi atau sensitif terhadapnya
  • tidak menyebabkan lonjakan gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin sehingga lebih aman untuk dikonsumsi penderita diabetes atau mereka yang memperhatikan blood sugar level-nya.

Info tambahan, pecinta diskon, datang lah di hari Sabtu. Diskon 30% untuk hampir semua produk.

Eh kalau harganya gimana? Kemarin saya beli 2 buah pastel, 2 buah soes vla, 1 cumcum, 1 chicken ragout, 1 onbitjkoek, roti tawar 1, totalnya 78ribuan setelah diskon. Karena mahal murah itu relatif, maka silakan dinilai sendiri yaaa.

Jl. Kramat II No.2, RT.6/RW.7, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10420

Buka Senin s/d Sabtu. Pukul 07.00-18.00

Selamat berkunjung!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *