Categories
Jelajah Kuliner

Langit Seduh Selatan

Anak kopi Jakarta pasti kenal lah sama Langit Seduh. Nama yang sudah seliweran di timeline media sosial, baik sebagai tempat nongkrong, photo session, juga acara-acara kecil, dari ulang tahun hingga pernikahan.

Tapi yang saya ceritakan di atas itu, Langit Seduh edisi pertama di Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Beberapa kali melintas, saya belum sempat mampir, dan malah keduluan sama adiknya yang muncul di Selatan.

Pas banget perlu meeting, posisi lagi di seputar Pejaten, ya sudah, daripada ke mall lagi mall lagi, pilihan saya jatuhkan ke Langit Seduh Selatan, Ampera Raya, Kemang, Jakarta Selatan. Posisinya sangat mudah ditemukan, ikuti saja panduan dari google maps, pasti sampai tanpa nyasar.

Bangunannya memang masuk beberapa meter ke dalam, terlindung dinding tembok yang cukup tinggi, namun papan nama ditempatkan di posisi yang cukup jelas, mudah untuk dilihat.

Area parkir

Area parkir cukup luas, namun sebagai tempat nongkrong yang lagi hits, bisa jadi tak kebagian parkir juga. Jangan khawatir, petugas keamanan cukup sigap membantu mengarahkan, dan bila diperlukan tersedia juga layanan vallet dengan tarif Rp 20.000.

Vallet card

Protokol pencegahan covid19 diterapkan dengan baik di sini. Di bawah, sekitar area parkir disediakan wastafel untuk cuci tangan, setelah melewati tangga, receptionist akan mendata dan mengecek suhu tubuh, sekaligus membantu mengarahkan pilihan tempat duduk.

Saya tentu saja memilih ruangan non smoking, dan wuaaaaa dinding dengan aksen bata ekspos berwarna terakota ini langsung bikin saya duduk nyaman, bikin betah banget.

Indoor area

Desain ruang beratap tinggi, banyak jendela kaca menjadikan ruang tampak luas dan terang. Pemilihan furniturenya juga keren, serasi semua. Enak dilihat.

Vespanya bikin gemes

Favorit saya, area bar ini. Aduh, ketje beraaaattt lah ini. Ya warnanya, desainnya. Saya sampai milih duduk persis di depannya 😁.

Markas para barista

Untukmu yang lebih suka berada di area terbuka, area outdoornya juga nyaman kok.

Sisi ini sering dipilih untuk selfie
Area music performance

Deretan bangku panjang di luar, nyaman banget untuk nonton musik yang hadir setiap jam lima sore.

Kopinya gimana?

Hehehhee, saking nyamannya, saya sudah nyaris ngga terlalu mikirin akan kaya apa rasanya. Yang saya pesan juga standar-standar aja, iced cappucino, dan not bad at all!

Satu lagi, last but not least, toiletnya bersih dan wangi. Wastafel sudah pakai sistem pedal, jadi ngga perlu muter-muter kran air. Poin yang nampaknya simpel tapi berarti sekali buat saya.

O iya, meski nyamannya Langit Seduh ini ditanggung bisa bikin kamu betah berlama-lama, setiap tamu hanya boleh di lokasi selama maksimal dua jam ya. Untuk saya yang memang tujuannya hanya untuk meeting, itu lebih dari cukup. Bisa jadi pertimbangan juga untuk yang punya keperluan lain, cukup ngga waktu dua jam itu. Hehe.

VIP room di sebelah kiri

Atau kamu bisa memilih menempati VIP room, yang berkapasitas maksimal 8 orang dengan order senilai minimal Rp 1.000.000 untuk pemakaian selama tiga jam. Lebih private dan lebih panjang waktunya.

Harga, gimana?

Saya kemarin ngga sempat cobain makanannya. Karena cuma meeting singkat aja kan. Segelas cappucino ini harganya Rp 45.000, sebanding dengan rasa dan kenyamanannya. Menu lengkapnya bisa diakses di sini. Dengan budget yang setara, saya lebih memilih di sini dibanding gerai kopi waralaba internasional berlogo hijau itu hehe.

Satu lagi, sebelum lupa. Jangan pakai sandal kalau ke sini. Saya kemarin pakai flat sandals, tapi aman, karena jempol kaki lagi canthengan, ngga bisa pakai sepatu! Hahahaha, parah banget, penyakitnya enggak banget deh. 🙈

Sudah lengkap kan ulasannya?

Selamat berkunjung!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *