Categories
Jelajah Kuliner

Ruma Rumi, Untuk Pecinta Kopi dan Musik

Kamis, 3 Desember kemarin, dalam perjalanan untuk sebuah keperluan di Kebayoran Lama, mampir dulu lah saya ke Ruma Rumi.

Mirip nama anaknya Ahmad Dhani ya? Ya emang, ini kedainya El Rumi yang menempati sebagian ruang di bangunan studio milik Ahmad Dhani di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Ruma Rumi, tampak dari luar

Saya tiba di lokasi, sekitar jam 19.00, parkiran sudah ramai oleh motor. Kamu yang datang dengan mobil bisa parkir di lahan kosong persis seberang jalan. By the way, di sini ada tukang sate yang dari baunya nampaknya enak hehe.

Di balik deretan motor, ada sebuah jendela dengan papan menu yang rupanya ditujukan untuk pelanggan take away. Kalau mau nongkrong, langsung masuk aja!

Pengunjung masuk melalui anak tangga dan di lantai dekat pintu masuk kita akan disambut tagline coffee, music, art. Seolah mempertegas konsep vinyl coffee bar yang diusungnya,

Belum ketemu coffee-nya, kita akan ketemu dulu sama art-nya.

Entrance area

Lalu music-nya, yang ditampilkan oleh satu set drum yang juga menjadi satu spot yang sangat instagrammable.

The Beatles Drum

Sampai di sini, siapa yang berpikiran sama dengan saya, kalau ambience tempat ini Ahmad Dhani banget! Hehehe..

Ruma Rumi Coffee Bar

Di bar ini pengunjung membuat pesanan, menunya memakai nama yang diambil dari lagu-lagu Dewa dan Ratu. Signature-nya Es Kopi Susu Dewa (yang katanya lebih strong) dan Es Kopi Susu Ratu (yang lebih creamy).

Setelah pesan, saya memilih ruang duduk non smoking, yang ada di balik pintu besar antik ini.

Pintu antik

Pintu ini berkesan seperti menyimpan sebuah misteri ya. Ternyata ia menyimpan sebuah ruang dingin, bernuansa super jadul. Mulai furniture, sampai elemen-elemen dekorasinya. Dan saya sampai ketawa lebar melihat banyak banget koleksi poster film Bang Haji Rhoma Irama di ruangan ini.

Saya dan poster-poster film Bang Rhoma

Lumayan lah, lihat-lihat koleksi barang-barang jadul. Tak hanya poster film, ada juga plat-plat iklan obat jaman dulu, televisi jadul, plang nama toko, yang ngga kebayang ribetnya ngumpulin dan merawatnya.

Koleksi barang jadul

Tak lama, pesanan saya datang. Es Kopsus Dewa, Hot Cappucino dan Kasidah Kentang. Ngga ada makanan beneran di sini, cuma ada cemilan-cemilan yang lebih cocok dikonsumsi sama geng pelajar atau mahasiswa. Harganya juga (pinjem istilah di Jogja) harga mahasiswa kok.

Pesanan saya

Oiya, di ruangan ini juga ada sebuah pintu yang menuju ruang latihannya mereka yang bernaung di Republik Cinta Management. Jadi udah bener lah kalian yang ngefans sama Dewa nongkrong di sini. Siapa tahu pas beruntung bisa nongkrong sambil dengerin sayup-sayup mereka latihan. Hehehe..

Atau setidaknya bisa dengerin musik dari koleksi vinyl-nya ADP, kamu tinggal pilih, lalu rikues ke barista untuk diputar. Nyesel juga kemarin saya ngga sempatin lihat-lihat, karena ada di smoking area, ngga tahan sama asapnya.

Sekian cerita saya dari Ruma Rumi, selamat berkunjung. Enjoy the coffee, the music and the art!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *