Categories
Pengembangan Diri

Sepatu

Pagi ini, seperti biasa saya menemani kakak bersiap ke sekolah. Saat memakai sepatunya, tiba-tiba kakak bertanya.

Kakak: “Bubu, kalo sepatu Nike itu apa?”

Me: “Ya, sepatu, sport shoes, seperti yang kakak pake.”

Kakak: “Iya, maksudku bedanya apa?”

Me: “Bubu ngga terlalu paham soal sepatu, mungkin ada orang yg pekerjaannya perlu sepatu merk tertentu, atlet mungkin. Kalau kaya Bubu yang cuma buat jalan pagi, kayanya asal jenisnya cocok, ga ada bedanya deh.”

Kakak: “Oooo, sepatuku ini apa?”

Me: “Merknya? League..emang kenapa”

Kakak: “Nike sama League mahalan mana?”

Me: “Bubu ngga pasti, mungkin Nike, karena impor, League buatan Indonesia”

Saat itu, saya sudah mulai ketar ketir, teringat pengalaman beberapa teman yang mulai kewalahan menuruti ketertarikan anak-anaknya pada barang-barang bermerk mahal.

Kakak: “Oooo, ini bagus?”

Me: “Menurut kakak?”

Aduhh, semakin deg-degan saya, sepagi ini saya belum siap jawaban jitu, seandainya harus menerima permintaan kakak untuk beli sepatu itu.

Kakak: “Ini juga bagus, cuma aku pake lari-larian aja kok.. kalo mahal-mahal malah eman-eman kena lumpur.”

Me: “Gitu ya?” *speechless*

Kakak: “Tapi kalo aku jadi pemain bola, perlu sepatu bagus, boleh beli?”

Me: “Pasti, Insy bubu sama bapak usahakan bener-bener kalau untuk itu, asal kakak serius”

Kakak: cengengesan…

Ahh, kakak, enak aja kau cengengesan… bubumu susah-susah nahan supaya ngga mewek, karena pagi-pagi dapet rejeki luar biasa. Dapet darimana sih kak, pikiran-pikiran kaya gitu?

Lagi-lagi, saya malu. Kalah sama kakak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *