Cultural, History, Travelling

Sejarah Panjang di Pulo Geulis

"Saya yakin Pulo Geulis ini merupakan tempat istimewa, karena ngga mungkin ada kelenteng yang dibangun di sembarang tempat." Tutur Pak Bram, tokoh Pulo Geulis memulai obrolan kami sore itu. Pulo Geulis memang tak setenar tempat-tempat lain di Bogor, namun Pulo Geulis menyimpan cerita sejarah yang sangat panjang. Kelenteng Phan Ko Bio sudah ada pada saat… Continue reading Sejarah Panjang di Pulo Geulis

History, Travelling

TMP Nasional Utama Kalibata

Hari Minggu lalu, saya berkesempatan ke satu tempat di Jakarta yang sudah lama ingin saya kunjungi. Tapi karena ngga ada moment-nya, ngga juga kesampaian. Lucunya, ketika akhirnya kesampaian pun, jadinya tanpa moment alias tanpa rencana. Lha wong sekalian lewat, sekalian habis meeting di Kalibata City Square. Voila! Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata. Sebelas menit… Continue reading TMP Nasional Utama Kalibata

Cultural, History

Kelenteng Phan Ko Bio, Pulo Geulis, Bogor

Setelah menyeberangi jembatan Pulo Geulis yang saya ceritakan kemarin, kami berjalan menyusuri jalan kampung dan tak lama berjalan kami sampai di icon wilayah ini, Kelenteng Phan Ko Bio a.k.a Vihara Maha Brahma a.k.a Kelenteng Pulo Geulis. Saya disambut oleh Pak Abraham, pegiat budaya di Pulo Geulis. Masih di halaman depan, saya sudah menangkap kesan berbeda.… Continue reading Kelenteng Phan Ko Bio, Pulo Geulis, Bogor

History, Travelling

De Tjolomadoe, Karanganyar, Solo

Colo artinya gunung. Maka nama Colomadu adalah semacam harapan, agar hasil produksi pabrik gula yang didirikan tahun 1861 oleh Mangkunegaran IV ini menghasilkan gunungan hasil produksi. Dan harapan ini tak salah. Pabrik ini pernah berjaya, bahkan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Namun pergerakan jaman membawa banyak perubahan. Kawasan sekitar pabrik yang dulunya tanah subur… Continue reading De Tjolomadoe, Karanganyar, Solo

Cultural, History, Travelling

Dari Pasar Bogor ke Pulo Geulis

Tetiba, jadwal meeting saya ditunda, jadwal kelas pak suami kosong. Jadi lah, hari Senin gabut 😁😁. Kerjaan rumah beres, orderan beres, dapur beres, mulai gatel kaki saya. Mumpung ada temennya, yuk, mblusuk! Saya sih bisa-bisa aja blusukan sendirian, area yang saya kunjungi kali ini juga sebenarnya tidak terlalu baru, cuma di seputaran kawasan Suryakencana. Namun… Continue reading Dari Pasar Bogor ke Pulo Geulis

Travelling

Museum Kereta Api Ambarawa

Dalam rangkaian perjalanan pas-pasan (pas sekalian ada kerjaan, pas sekalian ajak anak lanang survey kampus 😁😁) 10 Juli 2019 lalu, akhirnya saya berhasil juga mengunjungi Museum Stasiun Ambarawa alias Indonesian Railway Museum. Spot yang bertahun-tahun ngga kecoret-coret dari wishlist, meski seeeeering banget ke Jogja atau Semarang. Seperti biasa, roadtrip Jogja-Semarang via Secang. Rute ini semakin… Continue reading Museum Kereta Api Ambarawa

Cultural, Travelling

Kampung Kemasan Gresik

Saat tau saya lagi #exploregresik, temen-temen langsung merekomendasikan obyek-obyek wiskul khas Gresik. Dan ngga satu pun menyebut ini, Kampung Kemasan, yang udah lama masuk daftar wajib kunjung saya kalau ke #jawatimur. Kalau denger namanya, dapat dengan mudah ditebak, ini dulunya pasti tempat produksi (perhiasan) emas. Yappp, pengrajinnya bernama Bak Liong. Namun, sepeninggalnya, kawasan ini beralih… Continue reading Kampung Kemasan Gresik

-

Jejak Jayakarta di Jakarta

Gegara sering roadtrip, saya perhatikan hampir semua kota -baik besar atau kecil- di Jawa, punya alun-alun. Ini sesuai dengan prinsip Catur Gatra Tunggal dalam konsep tata ruang tradisional Jawa, yaitu empat elemen dalam satu unit pusat kota. Ditandai dengan sebuah alun-alun, yang disekelilingnya terdapat keraton (di kota yang lebih kecil, ada kabupaten/karesidenan/kawedanan), masjid, pasar dan… Continue reading Jejak Jayakarta di Jakarta

-

Masjid Agung Banten #2

Kalau kemarin saya sudah membahas bagian luar Masjid Agung Banten, sekarang mari kita berkenalan dengan bangunan utamanya. Bangunan utama tentu saja masjid berdenah segi empat dengan beberapa undakan anak tangga menuju tempat sholat dan atapnya merupakan atap bersusun lima.Masjid berusia 463 tahun ini, dibangun pada tahun 1556 oleh Maulana Hasanudin, sultan pertama Banten, yang juga… Continue reading Masjid Agung Banten #2

Cultural, Travelling

Vihara Avalokitesvara Serang

Sekitar 450 m dari Masjid Pecinan Tinggi, terdapat klenteng tertua di Banten. Vihara Avalokitesvara, yang konon dahulu bernama Klenteng Ban Tak Le. Kamu yang datang dengan kendaraan pribadi, bisa langsung parkir persis di samping gerbang megah berwarna kuning terang ini. Di pagar masuknya, nampak seorang pedagang burung pipit. Dalam tradisi Tionghoa, melepas burung pipit dipercaya… Continue reading Vihara Avalokitesvara Serang