Categories
Jelajah Masyarakat & Budaya Sejarah

Gapura Wringin Lawang, Trowulan

Gara-gara lihat jejak Majapahit di Ampel, dalam perjalanan kembali ke Jakarta saya putuskan, harus mampir nih ke Trowulan, yang saya sendiri pun sudah lupa kapan terakhir kali mengunjunginya.

Dan tujuan pertama saya tentu saja Gapura Wringin Lawang. Selain posisinya yang paling mudah dijangkau karena tak jauh dari Jalan Raya Mojokerto Jombang. Gapura di sisi timur area Trowulan ini diduga adalah salah satu pintu masuk ke komplek bangunan penting kerajaan Majapahit. Dugaan lain, ini adalah gapura menuju rumah Mahapatih Gajahmada.

Dinamakan Wringin Lawang karena dulu ada sebuah pohon beringin di sisi gapura. Raffles dalam catatannya menyebutnya sebagai Gapura Jatipasar, sesuai dengan nama desanya. Belum diketahui dengan tepat tahun pembangunannya. Yang pasti sih antara 1293 dan 1527 😁.

Pukul 7 pagi saya sudah tiba, pak penjaganya bahkan masih belum berpakaian rapi. Untungnya beliau mengijinkan masuk begitu tahu saya dari jauh. Isi buku tamu, donasi sukarela, kami dipersilakan masuk.

Komplek Gapura Wringin Lawang ini dikelola oleh BPCB Jawa Timur, tampak terawat baik dan bersih. Sebuah pohon beringin cukup besar tumbuh di samping kantor penjaga. Suasana tenang sekali.

Matahari baru saja terbit. Sinar terang dari timur menerobos masuk di sela gapura bentar setinggi 15 meter lebih ini. Saya berdiri tepat di tengah celah selebar lebih dari 3 meter, membayangkan siapa dan untuk keperluan apa ya mereka yang dulu diijinkan melintas di sini?

Saya benar-benar bisa merasakan siapa pun yang melalui gapura ini akan merasa ‘kecil’ tertelan kemegahannya. Ini ngga bisa diceritakan, kamu harus merasakannya sendiri.

Di belahan gapura sebelah selatan, saya melihat setumpuk sesajen bunga mawar. Hal yang lazim dilakukan pengunjung atau masyarakat sekitar yang masih meyakini cara ini sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.

Saya memilih ‘mengirimkan’ ucapan terima kasih bagi siapapun dulu di masa itu, yang dengan segala baik buruknya telah meletakkan pondasi terbentuknya Nusantara dan meninggalkan jejak kebanggaan sebesar ini.

Ini baru permulaan. Satu dari puluhan, bahkan ratusan jejak Majapahit yang tersisa di Trowulan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *