Categories
Jelajah Masyarakat & Budaya Sejarah

Surya (Lambang) Majapahit

Ini dia, Surya Majapahit, yang diduga sebagai lambang Kerajaan Majapahit karena kerap ditemukan di reruntuhan bangunan yang berasal dari masa Majapahit.

Bentuk paling umum dari Surya Majapahit terdiri dari lingkaran di tengah menampilkan sembilan dewa Hindu yang disebut Dewata Nawa Sanga.

Diatur dalam posisi delapan arah mata angin:

  • Timur: Iswara
  • Barat: Mahadewa
  • Utara: Wishnu
  • Selatan: Brahma
  • Timur laut: Sambhu
  • Barat laut: Sangkara
  • Tenggara: Mahesora
  • Barat daya: Rudra
  • dan di pusatnya: Siwa

Dan ternyata simbol ini bukan cuma ada satu versi. Melainkan ada empat versi.

Tapi tak satu pun berupa sinar matahari dengan lafaz-lafaz Arab, seperti kata hoax soal Kesultanan Majapahit dan Mahapatihnya Gaj Ahmada 😁😁.

Gambar di bagian paling atas, jelas tiruan, dibuat di pagar besi yang mengelilingi Kolam Segaran. Sebuah danau buatan luas tempat dimana (konon) raja Majapahit menjamu makan tamu-tamu, kemudian membuang semua peralatan makan yang terbuat dari emas, perak dan keramik ke dasar danau. Semata hanya untuk menunjukkan betapa ‘besar’nya Majapahit. Kamu boleh nyelem untuk membuktikan bener atau nggaknya 😂.

Lalu bagaimana dengan surya Majapahit yang di masjid Ampel, masjid Demak? Masih menurut penjelasan bapak pemandu museum, itu adalah cara para wali menghormati leluhurnya. Sunan Ampel masih kemenakan, sedangkan Raden Patah adalah anak dari selir Prabu Brawijaya. Simbol yang dipasang pun sudah tidak mengandung unsur dewa-dewa.

Keren ya.. teladan baik untuk bisa tetap menghormati (budaya) leluhur tanpa harus tercampur aduk secara aqidah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *